Saturday, February 19, 2011

Kenapa banyak istri korban kekerasan rumah tangga tetap tidak mau melawan suaminya dan hidup mandiri saja? Karena mereka pikir kehidupan setelah bercerai akan lebih menderita. Tidak ada pilihan lain yang lebih baik, mungkin begitu pikir mereka. Mungkin, mendingan digebukin daripada ga makan. Dan masih ada alasan lain.

Hal yang sama terjadi pada gw. Menderita, dan tetap bertahan karena tidak ada pilihan lain. Belum, saya belum bersuami. Walau perut seperti ibu hamil tapi itu benar semata-mata hanya lemak. Saya menderita dengan internet. Saat ini saya memakai SePiDut yang cepatnya hanya kadang-kadang, bila kuota tiga giga masih ada. Saya sedih dan menderita karena untuk mengunduh dari mediafire -yang dulu biasanya bisa sampai 50kbps- kini hanya belasan. Padahal harta saya hampir semuanya dari mediafire. Kasihan dong si Fuji, lappie saya harus bekerja ekstra keras dan harus sering lembur. Dulu, mengunduh satu video Arashi kualitas standar hanya butuh 2-3 jam. Sekarang, dengan kecepatan seperti semut sekarat, bisa sampai 7-12 jam. Itu pun diselingi koneksi yang sering terputus. Hal ini tidak akan terjadi bila saya mampu membayar jutaan per bulan untuk internet. Kecepatan akan sesuai dengan nama produk dan saya pun tidak akan menderita. Masalahnya, seperti kebanyakan orang di Indonesia, saya tidak boker duit. Di daerah rumah saya, hanya tersedia Sepidut, duit pun hanya bisa membayar layanan yang sedang-sedang saja. Padahal, banyak teman saya yang memakai NetCepat bisa membayar dengan harga sama namun kecepatan cepaaaaaaaaaaaaat. Saya sudah sering sekali membuka website NetCepat dan memohon agar mereka segera eksis di daerah saya.

Akhirnya, saya hanya bisa mengunduh indowebster. Hanya satu website itu saja yang tidak menyisakan pedih di hati saat melihat Internet Download Manager.

Tolonglah Indonesia, kita sama seperti Jepang, bangkit di era 50-an. Mengapa kecepatan internet dan harganya berbeda sama sekali?



Review Dorama Jepang Season ini.


BARTENDER

Ryu, bartender terkemuka di Paris dipecat oleh bosnya karena walaupun dia profesional, menurut bosnya dia bukan 'the real bartender'. Ia kembali ke Jepang untuk mencari bagaimana sebenarnya jalan menjadi the real bartender.

Aiba looks much better than the poster. Percayalah, Aiba itu gak terlalu fotogenik :p
Gw baru nonton episode satu nih. Dimainkan oleh Aiba Masaki dan Kanjiya Shihori. Cerita disadur dari manga dan anime yang sudah ada. Walaupun awalnya menonton demi melihat Aiba Masaki, ternyata ceritanya bagus lho! Gw aja sekarang sampe donlot manga dan animenya. Akting Aiba bagus, apalagi Kanjiya Shihori. Chemistrynya oke. Pokoknya asik. Silakan nonton kalo mau menambah pengetahuan tentang bartender dan minuman beralkohol. Ceritanya sedikit beda sama komiknya, tapi sama-sama bagus. So far, gw paling suka akting Aiba di dorama ini dibandingkan My Girl. Lebih natural dan cucok.

4 comments:

Rizuka said...

baiklah ntar eke coba donlot
:D

nyai dachimah said...

gw juga sama kayak lo. andaikan "net cepat" udah ada di lingkungan gw, gw akan meninggalkan si "spidut" ini. lambreta bok..

ndutyke said...

Belum, saya belum bersuami. Walau perut seperti ibu hamil tapi itu benar semata-mata hanya lemak. Saya menderita dengan internet.

>> aku sdh bersuami tp ya ini hanyalah lemak belaka (elus2 lemak perut). Blm jadi dede'...... (mamah dede maksudlo?)

Eiweeeeh, aku skrg pake fastnet, it is fast :D

Nien said...

@dachi: tos!

@mstikeu: hohoho sementara kan masih ada anak2 sekelas yang harus diurusin. iiiiiiiiiiih iri dehhhhh eke juga pengen fastnet T_T

 
design by suckmylolly.com