Saturday, August 6, 2011

Bogor

Guide Bogor terpesona dengan kartu pos vintage

Hari ini tepat 100 hari gw berkenalan dengan postcrossing :)
Bagi sesama postcrosser yang bosan dengan koleksi kartu pos di toko buku, mari datang ke kantor pos Bogor! Di komplek kantor pos itu, ada beberapa pedagang yang menjajakan kartu pos super jadul. Vintage banget deh. Setelah puas ngetawain gambar-gambar kartu pos yang sangat tidak biasa (paling juara adalah gambar dua orang perempuan yang mencari kutu). Ayo datang dan berbagi rejeki dengan para penjual kartu pos. Soalnya bisa jadi yang beli kartu pos cuma gw dan Anggi aja. Buktinya? Saat gw bertanya,

Pak, ada kartu pos?

Si bapak cengo.

Adanya postcard mbak..

Postcard itu kartu pos pak..

Gila aja masa gw dua kali mengalami percakapan ini? Sebegitu langka kah orang yang tertarik dengan kartu pos sampai kata 'kartu pos' aja tidak dikenali lagi oleh banyak orang? Ironis! Tapinyah, berhubung kami adalah satu-satunya yang tertarik dengan kartu pos, orang-orang (penjual kartu pos, ibu petugas kantor pos) menyambut kami dengan hangat. Terlalu hangat bahkan, sampai-sampai ibu petugas kantor pos menginterogasi umur, jurusan, pekerjaan, hingga status (kamu udah punya pacar?). For God sake, kami berdua baru ketemu ibu petugas itu sekitar 2-3 menit.Ah mungkin orang sunda memang suka SKSD yah. Tak apa deh, sudah lama gw tidak merasakan suasana penuh persundaan setelah berpuluh tahun hidup dengan aura individual di Jakarta padahal rumahnya di pinggiran jakarta juga.

Anyway!
Dua hari yang lalu gw akhirnya kopi darat dengan, teman dunia maya yang sudah membantu gw menyelesaikan tugas karya akhir demi lulus dari Universitas Indonesia tercinta. Setelah mengarungi perjalanan antar kota dari Kampung Rambutan-Baranangsiang (sebelumnya digodain abang-abang terminal padahal penampilan udah kaya ibu hamil, gak kebayang kalo gw lebih langsing bakal seterkenal apa) daku dijemput Peniko dan adiknya. Berempat dengan Anggi, kami pun menggelar percakapan intelektual seputar Arashi, dorama, dan film Jepangan.

It was fun! Semoga tahun depan gw bisa bertemu Peni lagi, tapi bukan di Bogor, melainkan langsung di Den Haag. Amien. Gw dan Anggi pun pamit pulang setelah dibekali oleh-oleh Belanda DAN kalender Arashi 2009 yang dihibahkan Peni untukkyu! Terharu pisan saya~
Oh, Penny Lane, hatur nuhun pisan~

Oiya, kata Peni, grup boyband Indonesia yang merintis banyak kontroversi, SM*SH, terinspirasi dari Arashi juga? Atau, ada beberapa anggotanya yang suka Arashi? Kalau ini benar, gw pun akan mengubah pandangan gw tentang SM*SH. Yes yes yunomisowel! Mari berteman dan berfangirl-boying bersama-sama~

5 comments:

Rizuka said...

brapaan harga kartu posnya?

ntar abis lebaran ke bogor lagi yuk, kata tante gw di deket sma brapa(?) bogor ada es duren yg enak
pengen

Yuni Winingsih said...

penny lane? fans arashi asal belanda gituh? hahahha. guru, ajari aku postcrossing dong

Nien said...

@riju: tergantung sih. gw dapet 2rebu. yuk duren hayu

@yuni: dia orang bogor kuliah disono yun. Eh ayo aja apa yang kau bingung tentang postcrossing?

Tyka Ndutyke said...

"(sebelumnya digodain abang-abang terminal padahal penampilan udah kaya ibu hamil, gak kebayang kalo gw lebih langsing bakal seterkenal apa)"

SAMA NENG! akupun sering digodain mamang-mamang tukang bangunan. euhhh... padahal bodi kyk begini, berjilbab pulak.

ya walopun, skarang style menggodanya juga lebih 'syariah' gitu : "Assalamualaikumm..... suit suit..."

apa deh.... *lempar sekop*

gigianggi said...

bukannya 1500 ya nien kartu posnya? ayoo main ke bogor lagi Ju! :D
oiyah hasil toko roti deliciousnya gimana? enak ga? hohoho

 
design by suckmylolly.com