Sebagai deadliner sejati, haram hukumnya untuk membuat tugas take home pada h-7. Tapi tugas tetap terbayang-bayang sehingga hasrat menonton Arashi semakin menggila. Makin banyak yang harus dikerjain, makin rajin gw nyari donlotan dan melakukan hal-hal lain (dengan kesadaran penuh) agar tugas ditunda. Emang ga logis banget deh pikiran ini. Tapi salah satu indikator bahwa gw sebenarnya terganggu dengan tugas yang belum dikerjakan sama sekali adalah dari mimpi tadi malam:
Mimpi Choky Sitohang mau nikah (entah kenapa gw jadi undangan, settingnya adalah gw temen dia). H-1 pernikahan, Choky tertimpa dekorasi resepsi. Benda besar itu menghantam kepalanya. He died. Pada saat yang bersamaan, di setting rumah gw, datanglah seseorang yang tidak pernah gw pikirkan selama ini. Dia menginap sambil membawa ayam dan ikan saus tiram dalam keresek item, gw milih ayam (sepertinya ini karena pada sorenya sebelum tidur gw makan ayam bakar tulang lunak). Entah mengapa hubungan gw dengan orang ini berjalan dengan baik sekali. Selanjutnya, gw dan orang ini datang ke pemakaman Choky. Anehnya, suasana seperti pesta. Semua orang gak nangis, tapi malah nyanyi-nyanyi ceria di hadapan jasad mas Choky. Yaudah gw ikutan nyanyi deh. Kalo ga salah lagunya yang top hits Indonesia. Habis nyanyi selesai, Choky tiba-tiba bangun.
"aduh, capek, nyanyiin yang lain dong, yang sedih-sedih."
Gw pegang tangan Choky sambil mengusap air mata.
Lalu gw bangun karena bokap treak-treak manggil nanyain hari ini mau makan apa.
THE END.
Menulis postingan ini adalah salah satu cara gw menunda mengerjakan kapsel. Cih baru 3 halaman nih!